Siak,Kandis – Viralnow24.com – Telah Terjadi di kecamatan Kandis diduga siswa/i SMKN 1 Kandis FC keracunan MBG pada hari Senin tanggal 12-januari-2026.
Rumor menyebutkan angka siswa keracunan sekitar 450 siswa ini sudah termasuk kejadian luar biasa (KLB) yang pertama di kecamatan Kandis.
Saat awak media Radar_Investigasi menghubungi kesiswaan SMKN 1 KANDIS(SMK CEVRON) yaitu bapak Khairil anwar membenarkan isident tersebut. Dan menyebutkan korban diduga keracunan MBG sekitar 150 siswa.
Sumber lain menyebutkan korban ada yang mencapai sekitar kurang lebih 212 siswa/i pelajar SMKN 1 Kandis. Pastinya angka belum pasti jumlah siswa yang keracunan baik sedang, menengah, dan kondisi berat.
Saat media Metrobrita mengkonfirmasi kepada pak camat Kandis T.Said Irawan SE Mpi menyebutkan sekitar 150 siswa yang mengalami keracunan makanan program MBG. dengan berbagai macam keluhan seperti mulas mulas, menceret-menceret.
Dengan jumlah yang sangat banyak Rumah Sakit Umum Tipe D kecamatan Kandis yang dipimpin dr Cecep tidak dapat menampung seluruh siswa yang keracunan tersebut sampai penanganannya di bantu beberapa klinik dan dokter praktek di seputaran kecamatan Kandis.
Penyebab siswa /i keracunan belum dapat di pastikan oleh team kesehatan Kandis yang berkunjung ke MBG tersebut apakah virus,bakteri atau kuman yang menyebabkan siswa keracunan, kabarnya baking omprengan sudah dicuci mungkin diduga menghilangkan barang bukti untuk diperiksa sempelnya oleh pihak kesehatan.
Keterangan pak camat bahwa pihak dari team kabupaten sudah mengunjungi dapur MBG yang di kelola oleh ibu Lala pelaminan dan Sekolah SMK N1 KANDIS
saat team media mengkomfirmaaikan hal ini kepada Polsek Kandis menuturkan kepada team Media” saya tidak tahu pak, karna belum ada yang membuat laporan polisi”
Harapan masyarakat pengelolah/pertanggung jawaban harus di proses sebagai tersangka membuat masyarakat luas menjadi kesakitan.
Tokoh masyarakat Kandis Hadi Hanafi spdi menyayangkan hal ini terjadi di kecamatan Kandis, apakah ini kelalian, atau lemahnya pengawasan dari pihak kesehatan dalam pengadaan tersebut..maka korban berjatuhan dengan angka yang sangat banyak membuat keresahan kepada semua orang tua siswa baik sekolah si SMKN 1,SMN1,SMPN atau sekolah swasta.
Red






